SISTEM PERENCANAAN DI PERGURUAN TINGGI
Sistem
perencanaan SP4 merupakan sistem penganggaran melalui penerapan Sistem
Perencanaan, Penyusun Program dan Penganggaran (SP4). Sistem ini diusahakan
oleh pemerintah dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di
Perguruan Tinggi.Penerapan sistem perencanaan ini sangat penting untuk
Perguruan Tinggi. Sebab, Perguruan Tinggi merupakan salah satu wadah yang besar
untuk proses penyelenggaraan pendidikan
Unsur-unsur SP4
1. Siklus
Siklus dapat digambarkan sebagai
perputaran kegiatan secara berkesinambungan. Sp4 memiliki siklus yang mengatur
seluruh aturan dan jadwal kegiatan administrasi pembangunan atau rutin
pendidikan tinggi yang telah disesuaikan dengan siklus administrasi pembangunan
atau rutin Departemen Pendidikan Nasional yang menggunakan mekanisme daftar
usulan proyek dan daftar isian proyek (DUP&DIP) serta daftar usulan
kegiatan dan daftar isian kegiatan (DUK&DIK). Dalam penyusunan siklus sp4
terdapat beberapa prinsip yang diperhatikan, diantaranya:
• Siklus dapat menjamin arus informasi
dan pendapat dari bawah ke atas
• Siklus ini hendaknya dapat
mengakomodasikan usaha untuk mewujudkan kesinambungan anatar kegiatan
pembangunan yang telah dijalankan dan kegiatan pembangunan yang direncanakan,
baik rencana jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang
• Siklus sp4 ini, hendaknya sinkron
dengan “siklus” kegiatan perencanaan Departemen Pendidikan Nasional
2. Struktur program dan kegiatan
Dimana semua rencana dan program
pembangunan yang diajukan untuk menanggulangi sesuatu masalah tertentu harus
dapat ditampung dalam struktur yang telah disepakati.
3. Sistem informasi
sistem informasi merupakan bagian
integral dari SP4, yang terdiri dari dokumen-dokumen: (a) anggaran pembangunan:
pengarahan perencanaan program, memo program koordinatif; konsep program
operasional; usulan program; memo keuangan; daftar usulan proyek; daftar isian
atau proyek pertunjukan operasional. (b) anggaran rutin, pengarahan perencanaan
kegiatan; memo program koordinatif; proyeksi angggaran rutin; usulan anggaran
rutin; memo keuangan; daftar usulan kegiatan atau pra DIK; daftar isian
kegiatan (Depdiknas, 2002).
Karakteristik SP4
1. Penggunaan pendekatan sistem dalam
perencanaan. Pendekatan sistem ini dikatakan sebagai metoda ilmiah di dalam
usaha untuk memcahkan masalah dengan menerapkan kebiasaan berfikir mengenai
sebab terjadinya suatu hal memandang suatu benda dan peristiwa-peristiwa yang
terjadi
2. Berorientasi kepada output. Output
merupakn sasaran yang hendak dicapai dalam pelaksanaan suatu kegiatan
organisasi. Oleh sebab itu SP4 selalu berorientasi kepada tujuan dalam segala
bentuk program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.
3. Bekerja berdasarkan Struktur
Program/Kegiatan yang baku. Bekerja berdasarkan Struktur Program/Kegiatan yang
baku dapat mengarahkan perencana kepada penyusunan program dan kegiatan secara
efektif dan efisien karena kegiatan dapat diukur dan diperkirakan pencapaiannya
dengan tepat.
4. Kesinambungan antara Otonomi dan
Pengarahan. Sesuai dengan kebijakan pemerintah menjadikan perguruan tinggi
sebagai BHMN lebih menekankan pada otonomi perguruan tinggi untuk mengelola
semua sumberdaya yang ada sesuai dengan kemampuan dan fasilitas yang
dimilikinya. Salah satu segi perencanaan yang paling diperhatikan dalam SP4
adalah kesinambungan anatar otomnomi perguruan tinggi dan program yang
ditawarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Sistem tersebut dapat
berlangsung dengan adanya sistem informasi manajemen yang tepat.
5. Bekerja dengan Rencana Menggelinding
(Rolling Plan)
Bertujuan
agar semua kebutuhan yang ada disetiap unit yang ada diperguruan tinggi dapat
dipenuhi.
6. Pendekatan Fungsional. Penggunaan SP4
melihat suatu masalah mulai dari fungsi-fungsi yang ada diperguruan tinggi,
yaitu masing-masing unit-unit yang ada harus dapat menganalisis kebutuhan yang
dimilikinya.
Stoner melihat bahwa perencanaan
anggaran dalam organisasi sebagai kegiatan pembuat kebijakan,di antaranya:
1. responsibility center
sebagai
pusat tanggung jawab dimana fungsi organisasi bertanggungjawab atas segala
aktivitasnya.
2. Revenue center atau dikenal dengan pusat
pendapatan,
unit
organisasi hasilnya diukur dalam bentuk uang tetapi tidak langsung dibandingkan
dengan biaya input.
3. Expense center yang dinamakan dengan pusat
pengeluaran atau pusat biaya
unit
organisasi seperti bagian administrasi, jasa dan penelitan inputnya dapat
diukur dalam bentuk uang, akan tetapi outputnya tidak.
4. Profit center, atau dikenal dengan pusat
laba
unit
organisasi tempat bekerja diukur dengan melihat perbedaan antara pendapatan
dengan pengeluaran.
5. Investment center, yang dikenal dengan pusat
investasi
orgaisasi
mengukur nilai uang dari input dan output serta membandingkan output dengan
aset yang dipergunakan untuk proses produksi.
Pelaksanaan
organisasi yang menggunakan metode anggaran pendapatan dan belanja dapat
dimulai dari penyusunan anggaran yang menggunakan bermacam-macam
prosedur.Sistem penyusunan anggaran diklasifikasikan sebagai berikut:
· bentuk top down atau dari atas ke
bawah,
merupakan
kebijakan penyusunan anggaran dalam bentuk sentralisasi,yaitu penyusunan
anggaran yang menetapkan batas biaya tertinggi dari anggaran organisasi.
· bottom up atau penyusunan dari bawah ke
atas,
yang dimulai
dari unit terkecil dari organisasi, biasanya penyusunan anggaran seperti ini
dikenal dengan sistem desentralisasi.
Penyusunan
anggaran dapat dilakukan dengan menggabungkan sistem sentralisasi dan sistem
desentralisasi yang dikenal dengan sistem maxing. Dalam melaksanakan penanganan
perguruan tinggi, salah satu ukuran keberhasilannya ialah terletak pada tingkat
kemampuan mengimplementasikan SP4, secara efisien dan efektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar