Senin, 16 Mei 2016

MENENTUKAN KEBUTUHAN PENDIDIKAN

Pedoman Penetapan Kebutuhan
Penetapan kebutuhan mempunyai tiga karakteristik sebagai berikut :
1.  Data mesti aktual dan berhubungan dengan manusia yang terjadi sekarang maupun yang akan datang.
2.  Kebutuhan itu tidak akan habis-habisnya: kita harus menyadari setiap kebutuhan tersebut merupakan sesuatu kenyataan yang harus dipenuhi.
3.  Ketidaksesuaian dapat ditinjau dari hasil atau tingkah laku nyata (akhir), dan tidak di tinjau dari proses (maksud).
            Sehubungan dengan penetapan kebutuhan pendidikan kita harus memasukan hal-hal timbal balik yang berhubungan dengan pendidikan untuk memperoleh pendidikan yang berhasil, yaitu: siswa, orang tua dan masyarakat, para pendidik (pelaksanaan proses pendidikan). Semua hal yang dilakukan dalam penempatan kebutuhan jangan menyimpang dari prinsip-prinsip perencanaan pendidikan.
Setelah kebutuhan ditentukan, selanjutnya diurutkan menurut tingkat kepentingannya, dengan cara menganalisa masing-masing kebutuhan sesuai dengan manfaat dari prioritas pencapaiannya. Penentuan prioritas ini adalah penting yang didasarkan waktu dan biaya pada setiap kebutuhan dalam kegiatan pendidikan dengan mempertimbangkan sumber-sumber dan dana harus dialokasikan sesuai dengan prioritas dan hasil.
Penggunaan Beberapa Model Lainnya
1.         Model Sweigert
Penetapan kebutuhan secara rinci sebagai langkah dalam pemecahan masalah pendidikan. Sweigert mengusulkan karakteristik untuk menetapkan suatu kebutuhan:
a.     Terpusat pada kebutuhan siswa;
b.     Mengidentifikasi pencapaian kelompok siswa;
c.      Kriteria untuk mengevaluasi kemajuan terhadap kebutuhan;
d.     Kebutuhan yang kritis;
e.     Ukuran penetapan dan,
f.       Penemuan komitmen secara umum.
2.         Model Stafflebean
Mengusulkan beberapa pertimbangan oleh pendidik dalam menentukan kebutuhan, diantaranya:
a.     Kontek evaulasi, analisis secara teratur dari sebuah bendanya;
b.     Masukan evaluasi belajar dan dari fasilitas, pegawai, pelayanan;
c.      Proses evaluasi dan urutan kondisi dalam program dan,

d.     Evaluasi dan perubahan yang diharapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar