SISTEM DESAIN KERJA
1. Desain Pekerjan
Desain pekerjaan ialah
proses penentuan tugas-tugas yang akan dilaksanakan,
metode-metode yang digunakan untuk melaksanakan
tugas, dan bagaimana pekerjaan
tersebut berkaitan dengan pekerjaan lainnya
dalam organisasi
Manfaat desain pekerjaan memiliki tujuan agar
:
· Efisiensi
operasional, produktifitas dan kualitas pelayanan menjadi optimal.
· Fleksibilitas
dan kemampuan melaksanakan proses kerja secara horizontal dan hirarki.
· Minat,
tantangan, dan prestasi menjadi optimal.
· Tanggung jawab
tim ditetapkan sedemikian rupa, sehingga bisa meningkatkan kerja sama dan
efektifitas tim.
· Integrasi
kebutuhan individu karyawan dengan kebutuhan organisasi.
2. Mendesain Kembali
Pekerjaan (job redesign)
Dapat disimpulkan mendisaign
kembali pekerjaan merupakan kegiatan merancang
atau menyusun kembali rencana-rencana yang telah
dibuat tentang tugas-tugas dari
pekerjaan para pegawai sesuai dengan kebutuhan
dan kemampuan individu.
Luthans mengemukakan bahwa untuk mendesain
kembali pekerjaan dapat
digunakan berbagai cara, antara lain :
1. Memvariasikan keterampilan
2. Mengidentifikasi Tugas
3. Mengsignifikan tugas-tugas
4. Otonomi pekerjaan
5. Memberikan umpan balik terhadap
pekerjaan sendiri
6. Memberikan umpan terhadap agen-agen
3. Pendekatan dan Teknik
Desain Kerja (job design)
Friederick Taylor
mengemukakan beberapa pendekatan yang dapat digunakan oleh para pimpinan untuk
mendesain pekerjaan dan mendesain kembali pekerjaan baik berupa tugas-tugas
kelompok maupun individu.
Pendekatan tersebut diantaranya adalah:
1. Setiap pekerjaan
diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang berlainan yang selalu dimulai dari awal
dan selalu diakhiri dengan baik.
2. Diusahakan bagaimana
para pekerja dapat menganalisa penampilan kerja, maupun gerak gerik mereka
dalam bekerja.
3. Memeriksa beberapa
alternative atau cara yang efisien untuk mengerjakan tugas.
4. Melatih para pekerja
untuk dapat melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien.
4. Teknik-teknik Mendesain
Kerja
Rotasi Kerja (job rotation)
rotasi kerja adalah variasi
horizontal atau perpindahan pekerjaan secara horizontal.
Perpindahan pekerjaan secara horizontal dapat
diterapkan padahal-hal dasar yang
dirancang ,yakni dengan program latihan dimana
para pegawai memerlukan waktu
lebih kurang tiga bulan dalam suatu aktivitas,
kemudian baru dilanjutkan dengan
pekerjaan yang lain.
Perluasan Kerja (job enlargement)
Stoner menjelaskan bahwa
perluasan pekerjaan dapat menanggulangi ketidakpuasan
pegawai dalam bekerja, dengan cara meningkatkan
bidang pekerjaannya, dimana
pekerjaan dikombinasikan sesuai dengan fungsi
horizontal dari suatu unit organisasi
Pengayaan kerja (job enrichment)
Pengayaan kerja berusaha
untuk menghilangkan ketidakpuasan kerja dengan
meningkatkan kedalaman pekerjaan. Menurut stoner
dalam pengayaan kerja kegiatan-
kegiatan kerja dari suatu bidang vertical dari
suatu unit organisasi dikombinasikan
dalam suatu bentuk pekerjaan ,sehingga pegawai
dapat merasakan adanya otonomi
pada pelaksanaan pekerjaan yang lebih besar
Kelompok Kerja
Kelompok kerja dalam suatu
organisasi merupakan bentuk kelompok kerja yang dibentuk untuk kelancaran
pelaksanaan kegiatan dalam organisasi, sehingga nantinya dengan kelompok kerja
para pegawai dapat melaksanakan pekerjaan secara efisien dan efektif sesuai
dengan rencana kerja yang telah ditetapkan semula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar