Pendekatan Sistem Pada
Masa yang Akan Datang
A. Meramalkan Masa yang
Akan Datang.
Dalam
perencanaan, seorang perencana dapat menggambarkan apa yang akan terjadi dimasa
yang akan datang. Dengan menggunakan perencanaan sebagai kegiatan memperkirakan
kondisi dan keadaan di masa yang akan datang, sehingga manajer akan dengan
mudah dalam mengambil keputusan tentang kegiatan yang cocok untuk dilaksanakan.
Kegiatan memperkirakan atau memprediksi kondisi dan keadaan di masa yang akan
datang tersebut menggunakan pendekatan “forecasting”.
Dalam pendekatan forecasting
menggunakan metode:
1. Opinion and Judgement methods /
Qualitative methods
2. Statistical / Quantitative forecasting
methods
· Time Series
· Associative models
Menurut Spyros G. Makridakis, ada faktor yang memengaruhi ketepatan
forecasting :
1. the time horizon of forecasting (waktu
peramalan di masa depan)
2. technological change. (perubahan teknologi)
3. Barries to entry.(Rintangan yang diterima)
4. Dissemination of information.(Penyebaran
dalam informasi)
5. Elasticity of demand.(Elastisitas
permintaan)
6. Consumer versus industrial
products.(konsumen lawan produk industry)
Sulit untuk
membuat ramalan-ramalan yang tepat terhadap aplikasi pada masa yang akan datang
menggunakan pendekatan sistem. Pengaruhnya bersifat mendasar dan hampir
universal. Analisis terhadap pengalaman masa lalu dan evaluasi terhadap
kecenderungan yang ada menunjukkan beberapa aplikasi, motivasi dan masalah yang
paling penting di masa yang akan datang.
B. Peninjauan Ulang Terhadap Pendekatan Sistem
Pendekatan
sistem memerlukan dan membutuhkan pengetahuan dasar yang berasal dari
teori-teori sistem secara umum, serta memiliki relevansi dalam berbagai
berbagai kegiatan ilmiah dan kegiatan praktis. Pendekatan sistem meliputi
pengaplikasian konsep yang relevan berdasarkan teori sistem secara umum untuk
mempermudah pemahaman terhadap teori-teori organisasi dan praktek manajemen.
Analisis
sistem merupakan suatu metode atau teknik yang digunakan dalam pemecahan
masalah atau pengambilan keputusan. Analisis sistem meliputi :
1.
Kesadaran akan adanya suatu masalah.
2.
Identifikasi berbagai alternatif.
3. Analisis
dan sistematis dari berbagai faktor.
4.
Penentuan suatu cara pemecahan masalah secara optimal.
5. Program
kegiatan.
Analisis
sistem akan membantu menemukan aspek-aspek dan aplikasi dalam pemecahan masalah
teknologi, ekonomi dan social yang dihadapi oleh manusia.
C. Aplikasi Sistem pada Organisasi
Aplikasi
pendekatan sistem terhadap organisasi yaitu mengenai konsep dan teknik analisis
sistem.Pengaplikasian sistem ini berperan dalam pengambilan
keputusan,penggunaan konsep organisasi serta arus komunikasi.
Penerapan
pendekaatan sistem ini digunakan dalam bidang teknologi informasi dan program
luar angkasa.Pendekatan sistem juga membantu manajer untuk menghadapi masalah
dan perubahan yang terjadi di dalam organisasi.Dalam hal ini,pendekatan sistem
sangat dibutuhkan oleh organisasi untuk membuat organisasi itu berkembang dan
mencapai tujuannya.
D. Pendekatan Sistem dalam Hubungannya dengan Organisasi
pendekatan sistem menekankan pada aplikasi organisasi secara perseorangan, memahami hubungan-hubungan antar organisasi, dan sistem distribusi serta perencanaan anggaran organisasi. Dalam suatu organisasi formal tertanam suatu lingkungan, norma dan nilai yang baik, dan terdapat kumpulan masyarakat luas yang bersifat kompleks. Kesaling ketergantungan antara organisasi dalam kehidupan moderen dicerminkan oleh bertambahnya penekanan terhadap sistem dan semua komponen organisasi yang tidak dapat dilepaskan dari sistem manajemen.
pendekatan sistem menekankan pada aplikasi organisasi secara perseorangan, memahami hubungan-hubungan antar organisasi, dan sistem distribusi serta perencanaan anggaran organisasi. Dalam suatu organisasi formal tertanam suatu lingkungan, norma dan nilai yang baik, dan terdapat kumpulan masyarakat luas yang bersifat kompleks. Kesaling ketergantungan antara organisasi dalam kehidupan moderen dicerminkan oleh bertambahnya penekanan terhadap sistem dan semua komponen organisasi yang tidak dapat dilepaskan dari sistem manajemen.
Pendekatan
sistem merupakan suatu cara yang penting dan akan membantu koordinasi antara
komponen dalam organisasi, setiap organisasi akan menugaskan anggotanya untuk
ikut serta secara bersama-sama untuk melakukan kegiatan dalam mencapai tujuan
organisasi.
E. Pendekatan Sistem dan Hubungannya
dengan Lingkungan
Organisasi merupakan sub sistem dari lingkungan sosiokultural yang lebih luas,
dengan pendekatan sistem memberikan suatu model untuk memikirkan
hubungan-hubungan dalam organisasi. Semua organisasi memperoleh input, dan
mentransformasikannya dengan cara mengembalikannya dalam bentuk output pada
lingkungan. Dengan pendekatan sistem yang terbuka memberikan suatu model yang
lebih cocok untuk melihat hubungan lingkungan dengan organisasi, akan tetapi
penerapan pendekatan ini lebih banyak dihadapkan dalam masalah social,
teknologi dan lingkungan.
Menurut
Degreene yang dikutip dalam Mukhneri ada beberapa tahap yang dapat diikuti
dalam pendekatan sistem melihat hubungannya dengn lingkungan social,
diantaranya adalah :
- Mengenali
masalah-masalah yang ada dalam pendekatan sistem.
- Menentukan
sub sistem, hubungan timbal balik dan men dapatkan informasi
mengenai
input, output, misi, hambatan dan lain-lain.
- Menentukan
program-program khusus, misalnya pengumpulan informasi, pembutn model dan yang
diarahkan pada pemahaman yang lebih baik.
“They
obtain resource input from the environment as product outputs. If everything
work right, suppliers value the organization and continue to provide needed
resources, employes infuse work activities with their intellects, and customers
and clients value the organization’s outputs enough to create a continuning
demand for them.”
“Mereka
memperoleh input sumber daya dari output produk. Jika, semuanya bekerja dengan
baik, pemasok menghargai organisasi tersebut dan terus memberikan sumber daya
yang dibutuhkan, para petugas melakukan aktivitas kerja dengan kecerdasan
mereka miliki, dan pelanggan atau klien menghargai output organisasi yang cukup
untuk memenuhi permintaan secara berkelanjutan bagi mereka.
F. Peranan Manajer
Setiap
perusahaan memiliki manajemen yang memegang berbagai peranan penting
yang menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk
diwujudkan bersama. Ada banyak peran yang harus dimainkan / diperankan para
manajer secara seimbang sehingga diperlukan orang-orang yang tepat untuk
menjalankan peran-peran tersebut. Untuk itu, peranan manajer sangat diharapkan
dapat memacu laju perkembangan suatu perusahaan.
Peranan yang dimainkan oleh manajer terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Peran
antarpribadi
Merupakan
peran yang melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan
simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan
penghubung.
2. Peran
informasional
Meliputi
peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru
bicara.
3. Peran
pengambilan keputusan
Yang
termasuk dalam kelompok ini adalah peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah
masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.
Manajer juga harus mempunyai beberapa keterampilan, diantaranya:
1. Keterampilan
konseptual (conceptional skill)
Manajer
tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep,
ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi.
2. Keterampilan
berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Manajer
harus mahir berkomunikasi atau memiliki keterampilan berhubungan dengan orang
lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan.
3. Keterampilan
teknis (technical skill)
Keterampilan
teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu,
misalnya membuat program komputer, memperbaiki mesin, akuntansi , dan
lain-lain.
Dengan
dibekali keterampilan diatas, seorang manajer akan lebih peka terhadap
permasalahan yang terjadi pada perusahaan, selain itu dia juga akan dapat
segera membuat pemecahan dari masalah tersebut. Dalam mempersiapkan pemecahan
masalah, manajer memandang perusahaan sebagai suatu sistem dengan memahami
lingkungan perusahaan dan mengidentifikasikan subsistem-subsistem dalam
perusahaan.
Disamping
itu dapat pula di katakana (sehubungan dengan fungsi-fungsi manajemen yang
telah kita kenal) bahwa seorang manajer:
1. Menyusun
rencana-rencana
Manajer
menentukan arah tindakan-tindakan guna mencapai hasil dan sarana-sarana yang
digariskan. Hal itu mencangkup tindakan “peramalan” penetapaan sasaran-sasaran
dan mengembangkan prosedur-prosedur.
2. Melaksanakan
pengorganisasian
Manajer
menciptakan hubungan-hubungan otoritas dan tangung jawab yang di perlukan. hal
tersebut meliputi penggarisan syarat-syarat , memilih staf, memberikan delegasi
dan melaksanakan komunikasi.
3. Memimpin
Seorang
manajer mengkombinasi upaya-upaya guna memastikan pencapaian sasaran-sasaran.
hal tersebut antara lain mencangkup :
- pengambilan
keputusan, melaksanakan briefing kepada stafnya, mendengar dan menyelesaikan
aneka macam konflik yang muncul.
- Manejer
harus memotivasi : manajer membentuk dan mempertahankan enthusiasm dan moral
tinggi.
Hal
itu antara lain mencangkup aktifitas : pengobservasian, evaluasi, keterlibatan,
tindakan-tindakan dan komitmen-komitmen.
4. Melaksanaan
pengawasan
Manajer
harus berupaya untuk memastikan bahwa rencana-rencana yang ada, dan
sasaran-sasaran yang di gariskan, dicapai. Manajer harus mencari penyebab
kegagalan-kegagalan,guna memperbaikinya pada masa mendatang.
Hal
tersebut mencangkup : analisis hasil-hasil yang dicapai dibandingkan dengan
rencana-rencana yang ada, tindakan-tindakan, dan follow-up.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar