Pendekatan Sistem dalam Proses
Manajemen Pendidikan
A.
Definisi Konseptual
· Pendekatan
sistem adalah kebutuhan menseleksi masalah, menyusun identifikasi persyaratan
solusi masalah, membuat beberapa alternatif solusi, mengevaluasi hasil,
merevisi persyaratan pada sebagian atau seluruh sistem terkait dengan
keterbatasan memenuhi kebutuhan.
· Manajemen
pendidikan adalah kegiatan mengatur sedemikian rupa dari awal hingga akhir
sebuah proses pendidikan
Jadi dapat
dikatakan bahwa pendekatan sistem dalam proses manajemen pendidikan merupakan
alat untuk perencanaan pendidikan termasuk penilaian dan analisis sistem
pendidikan.
B. Sistem
Perencanaan
Serangkaian
tindakan yang utamanya terdiri dari tujuan dan sasaran yang
disusun untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Pendekatan
Sistem Pendidikan terdiri dari Proses:
1. Seperangkat
tujuan dan sasaran
2. Menentukan
kondisi
3. Membuat
standar
4. Mensintesa
bermacam alternatif pemecahan masalah
5. Membuat
anggaran
6. Memilih
alternatif
7. Mengorganisasi
rencana
8. Mengadakan
evaluasi
Langkah-langkah
dalam perencanaan adalah sebagai berikut:
1. Menentukan
dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai;
2. Meneliti
masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan;
3. Masalah-masalah
atau informasi-informasi yang diperlukan;
4. Menentukan
tahap-tahap atau rangkaian tindakan;
5. Merumuskan
bagaimana masalah-masalah tersebut akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan
pekerjaan itu harus diselesaikan;
6. Menentukan
siapa yang akan melakukan dan apa yang mempengaruhi pelaksanaan tindakan
tersebut;
7. Menentukan
cara bagaimana mengadakan perubahan dalam penyusunan rencana
C.Analisis
Sistem Organisasi
Analisis sistem merupakan proses "sistem memilih" untuk
pemecahan masalah secara ilmiah dan interdisipliner.
Analisis
sistem meliputi :
1. Dekomposisi
sistem atau membagi sistem menjadi bagian-bagian, dan
2. Sintesis
sistem yang dihasilkan menjadi sistem keseluruhan. Yang penting disini adalah
komponen-komponen, fungsi-fungsi, kegiatan-kegiatan dan hubungan serta
restrukturisasi kesemuanya ini didasarkan atas analisa ilmiah. Oleh karena itu
fokusnya adalah
a. hasil
atau kualitas
b. evaluasi
keluar menurut ukuran tujuan-tujuan sistem dan
c. umpan
balik berikutnya terhadap sistem.
D.
Analisis Sistem dalam Organisasi :
a) Dekomposisi
Untuk
menganalisa dan memahami secara menyeluruh sebuah sistem yang besar, biasanya
dibutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk mempermudah pekerjaan itu dibutuhkan
sistem dekomposisi. Dekomposisi adalah pembagian sistem kedalam komponen –
komponen yang lebih kecil (subsistem). Dekomposisi memiliki beberapa keuntungan
:
a. Analisis menjadi lebih mudah menmengatur
dan menganalisa setiap subsistem secara lebih detail.
b. Pada pengembangan sistem, sistem bisa di
dekomposisi menjadi beberapa modul.
Modul
sistem terdiri dari empat elemen subsistem yaitu : masukan, pengolahan,
keluaran dan umpan balik[1]
b) Modularitas
Konsep
modularitas berhubungan dengan dekomposisi. Pada saat melakukan dekomposisi,
diharapkan sistem yang besar terbagi menjadi subsiste, - subsistem yang relatif
sama ukurannya. Dengan modul – modul ini maka beban kerja mengembangkan sistem
bisa didistribusikan secara merata pada semua sumber daya yang ada.
Pengembangan sistem jadi lebih sederhana karena hanya terfokus pada satu modul
terlebih dahulu, baru dilakukan integrasi antar modul.
c) Coupling
Dari
modul –modul yang kita peroleh, kadang – kadang ditemukan beberapa modul yang
memiliki ketergantungan dengan modul yang lain. Pada kasus seperti ini, modul –
modul yang saling bergantung harus dipasangkan (di-couple). Dengan cara ini
bisa diketahui modul yang bisa bekerja secara independen dan modul – modul yang
harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum modul yang lain bisa bekerja.
d) Kohesi
Dari
proses coupling antar modul, kita bisa dapatkan kelompok – kelompok modul
dengan karakteristik yang hampir sama. Disini muncul konsep kohesi dimana
kelompok modul itu harus dianalisis bersama – sama dengan kelompok modul yang
saling berkohesi.
E. Analis Sistem
Analisis
sistem merupakan pekerjaan yang bertugas menganalisis suatu sistem yang berlaku
dalam suatu organisasi.
Tugas
utama dari seorang analis sistem adalah menentukan bentuk sistem yang akan
dibangun nantinya. Keputusan ini tidak mudah. Kesalahan menentukan format
sistem yang akan dibangun akan berakibat pada gagalnya proyek yang dikerjakan.
Oleh sebab itu seorang analis sistem yang sukses harus memiliki dan dibekali
dengan bebrapa keahlian spesifik, seperti :
1. Keahlian Analisis
Keahlian
analisis diperlukan untuk memahami organisasi yang memerlukan sistem informasi
yang akan dibangun. Keahlian analisis digunakan untuk memetakan permasalahan
yang dihadapi oleh perusahaan klien yang bisa diselesaikan dengan sistem
informasi dan yang tidak. Kemampuan analisis juga diperlukan untuk memecahkan
masalah yang telah ditemukan.
2. Keahlian Teknis
Salah
satu tugas analis sistem adalah membuat laporan mengenai hasil analisanya,
untuk itulah kemampuan mengoperasikan komputer sangat diperlukan. Seorang
analis sistem dituntut untuk mengenal dan menguasai perangkat lunak maupun
perangkat keras terbaru, serta mengetahui keunggulan maupun batasan dari
teknologi – teknologi tersebut. Hal ini akan sangat membantu analis dalam
memilih teknologi yang tepat untuk keperluan klien yang sangat spesifik.
Keahlian teknis dapat diperoleh dari pendidikan formal, pelatihan khusus,
maupun jam terbang yang lama dalam mengembangkan sistem informasi.
3. Keahlian Manajerial
Salah
satu tugas analis sistem adalah menjadi tangan kanan manajer sistem informasi
dalam mengatur sumber daya proyek yang berskala kecil. Analis sistem
bertanggung jawab mengatur sumber daya yang di bawah kendalinya, seperti
programer dan teknisi. Pengalokasian tugas yang tepat sangat berpengaruh pada
cepat lambatnya penyelesaian proyek. Analis sistem juga harus memprediksi
resiko dan perubahan faktor – faktor eksternal seperti kenaikan harga perangkat
keras, perubahan kebutuhan klien, munculnya produk pesaing dan lain – lain.
4. Interpersonal Skill
Keahlian
dalam berkomunikasi dengan orang lain.Karena,keahlian ini diperlukan untuk
menjaring informasi.
Adapun
hal – hal tanggung jawab dari seorang analis sistem meliputi :
a. Pengambilan data yang efektif dari sumber
bisnis
b. Aliran data menuju ke komputer
c. Pemrosesan dan penyimpanan data dengan
komputer
d. Aliran dari informasi yang berguna kembali
ke proses bisnis dan penggunanya.
F. Tanggung Jawab
Manajer
1. Mengembangkan sistem
2. Melindungi sistem
3. Mengarahkan sistem
G. Model
Sibernetika
1. Sibernetika
adalah bidang studi yang tujuannya untuk memahami dan menentukan fungsi dan
proses dari sistem yang memiliki tujuan dan yang berpartisipasi dalam lingkaran
rantai sebab akibat yang bergerak dari aksi/tindakan menuju ke penginderaan
lalu membandingkan dengan tujuan yang diinginkan, dan kembali lagi kepada
tindakan.
2. Sibernetika
menganilasi desain dan fungsi dari sistem apapun dengan tujuan untuk membuatnya
menjadi lebih efisien dan efektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar