Jumat, 01 April 2016

SISTEM DESAIN KERJA

1. Desain Pekerjan

Desain pekerjaan ialah proses penentuan tugas-tugas yang akan dilaksanakan,
metode-metode yang digunakan untuk melaksanakan tugas, dan bagaimana pekerjaan
tersebut berkaitan dengan pekerjaan lainnya dalam organisasi

Manfaat desain pekerjaan memiliki tujuan agar : 

·         Efisiensi operasional, produktifitas dan kualitas pelayanan menjadi optimal.
·         Fleksibilitas dan kemampuan melaksanakan proses kerja secara horizontal dan hirarki.
·         Minat, tantangan, dan prestasi menjadi optimal.
·         Tanggung  jawab tim ditetapkan sedemikian rupa, sehingga bisa meningkatkan kerja sama dan efektifitas tim.
·         Integrasi kebutuhan individu karyawan dengan kebutuhan organisasi. 


2.    Mendesain Kembali Pekerjaan (job redesign)

Dapat disimpulkan mendisaign kembali pekerjaan merupakan kegiatan merancang
atau menyusun kembali rencana-rencana yang telah dibuat tentang tugas-tugas dari
pekerjaan para pegawai sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan individu.

Luthans mengemukakan bahwa untuk mendesain kembali pekerjaan dapat
digunakan berbagai cara, antara lain :

1.  Memvariasikan keterampilan
2.  Mengidentifikasi Tugas
3.  Mengsignifikan tugas-tugas
4.  Otonomi pekerjaan
5.  Memberikan umpan balik terhadap pekerjaan sendiri
6. Memberikan umpan terhadap agen-agen 


3.    Pendekatan dan Teknik Desain Kerja (job design)

Friederick Taylor mengemukakan beberapa pendekatan yang dapat digunakan oleh para pimpinan untuk mendesain pekerjaan dan mendesain kembali pekerjaan baik berupa tugas-tugas kelompok maupun individu.

Pendekatan tersebut diantaranya adalah:
1.    Setiap pekerjaan diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang berlainan yang selalu dimulai dari awal dan selalu diakhiri dengan baik.
2.    Diusahakan bagaimana para pekerja dapat menganalisa penampilan kerja, maupun gerak gerik mereka dalam bekerja.
3.    Memeriksa beberapa alternative atau cara yang efisien untuk  mengerjakan tugas.
4.    Melatih para pekerja untuk dapat melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien.  


4.   Teknik-teknik Mendesain Kerja

Rotasi Kerja (job rotation)
rotasi kerja adalah variasi horizontal atau perpindahan pekerjaan secara horizontal.
Perpindahan pekerjaan secara horizontal dapat diterapkan padahal-hal dasar yang
dirancang ,yakni dengan program latihan dimana para pegawai memerlukan waktu
lebih kurang tiga bulan dalam suatu aktivitas, kemudian baru dilanjutkan dengan 
pekerjaan yang lain. 

Perluasan Kerja (job enlargement)
          Stoner menjelaskan bahwa perluasan pekerjaan dapat menanggulangi ketidakpuasan
pegawai dalam bekerja, dengan cara meningkatkan bidang pekerjaannya, dimana
pekerjaan dikombinasikan sesuai dengan fungsi horizontal dari suatu unit organisasi


Pengayaan kerja (job enrichment) 
Pengayaan kerja berusaha untuk menghilangkan ketidakpuasan kerja dengan
meningkatkan kedalaman pekerjaan. Menurut stoner dalam pengayaan kerja kegiatan-
kegiatan kerja dari suatu bidang vertical dari suatu unit organisasi dikombinasikan 
dalam suatu bentuk pekerjaan ,sehingga pegawai dapat merasakan adanya otonomi
pada pelaksanaan pekerjaan yang lebih besar
Kelompok Kerja

Kelompok kerja dalam suatu organisasi merupakan bentuk kelompok kerja yang dibentuk untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan dalam organisasi, sehingga nantinya dengan kelompok kerja para pegawai dapat melaksanakan pekerjaan secara efisien dan efektif sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan semula.
Pendekatan Sistem dalam Proses Manajemen Pendidikan

A. Definisi Konseptual
·        Pendekatan sistem adalah kebutuhan menseleksi masalah, menyusun identifikasi persyaratan solusi masalah, membuat beberapa alternatif solusi, mengevaluasi hasil, merevisi persyaratan pada sebagian atau seluruh sistem terkait dengan keterbatasan memenuhi kebutuhan.
·        Manajemen pendidikan adalah kegiatan mengatur sedemikian rupa dari awal hingga akhir sebuah proses pendidikan
Jadi dapat dikatakan bahwa pendekatan sistem dalam proses manajemen pendidikan merupakan alat untuk perencanaan pendidikan termasuk penilaian dan analisis sistem pendidikan.

B. Sistem Perencanaan
Serangkaian tindakan yang utamanya terdiri dari tujuan dan sasaran yang disusun untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Pendekatan Sistem Pendidikan terdiri dari Proses: 
1.     Seperangkat tujuan dan sasaran
2.     Menentukan kondisi
3.     Membuat standar
4.     Mensintesa bermacam alternatif pemecahan masalah
5.     Membuat anggaran
6.     Memilih alternatif
7.     Mengorganisasi rencana
8.     Mengadakan evaluasi

Langkah-langkah dalam perencanaan adalah sebagai berikut:
1.     Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai;
2.     Meneliti masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan;
3.     Masalah-masalah atau informasi-informasi yang diperlukan;
4.     Menentukan tahap-tahap atau rangkaian tindakan;
5.     Merumuskan bagaimana masalah-masalah tersebut akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan pekerjaan itu harus diselesaikan;
6.     Menentukan siapa yang akan melakukan dan apa yang mempengaruhi pelaksanaan tindakan tersebut;
7.     Menentukan cara bagaimana mengadakan perubahan dalam penyusunan rencana

C.Analisis Sistem Organisasi
Analisis sistem merupakan proses "sistem memilih" untuk pemecahan masalah secara ilmiah dan interdisipliner.
Analisis sistem meliputi :
1.     Dekomposisi sistem atau membagi sistem menjadi bagian-bagian, dan
2.     Sintesis sistem yang dihasilkan menjadi sistem keseluruhan. Yang penting disini adalah komponen-komponen, fungsi-fungsi, kegiatan-kegiatan dan hubungan serta restrukturisasi kesemuanya ini didasarkan atas analisa ilmiah. Oleh karena itu fokusnya adalah
a.     hasil atau kualitas
b.     evaluasi keluar menurut ukuran tujuan-tujuan sistem dan
c.      umpan balik berikutnya terhadap sistem.


D. Analisis Sistem dalam Organisasi :
a)    Dekomposisi
Untuk menganalisa dan memahami secara menyeluruh sebuah sistem yang besar, biasanya dibutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk mempermudah pekerjaan itu dibutuhkan sistem dekomposisi. Dekomposisi adalah pembagian sistem kedalam komponen – komponen yang lebih kecil (subsistem). Dekomposisi memiliki beberapa keuntungan :
a.     Analisis menjadi lebih mudah menmengatur dan menganalisa setiap subsistem secara lebih detail.
b.     Pada pengembangan sistem, sistem bisa di dekomposisi menjadi beberapa modul.
Modul sistem terdiri dari empat elemen subsistem yaitu : masukan, pengolahan, keluaran dan umpan balik[1]

b)    Modularitas
Konsep modularitas berhubungan dengan dekomposisi. Pada saat melakukan dekomposisi, diharapkan sistem yang besar terbagi menjadi subsiste, - subsistem yang relatif sama ukurannya. Dengan modul – modul ini maka beban kerja mengembangkan sistem bisa didistribusikan secara merata pada semua sumber daya yang ada. Pengembangan sistem jadi lebih sederhana karena hanya terfokus pada satu modul terlebih dahulu, baru dilakukan integrasi antar modul.

c)    Coupling
Dari modul –modul yang kita peroleh, kadang – kadang ditemukan beberapa modul yang memiliki ketergantungan dengan modul yang lain. Pada kasus seperti ini, modul – modul yang saling bergantung harus dipasangkan (di-couple). Dengan cara ini bisa diketahui modul yang bisa bekerja secara independen dan modul – modul yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum modul yang lain bisa bekerja.

d)    Kohesi
Dari proses coupling antar modul, kita bisa dapatkan kelompok – kelompok modul dengan karakteristik yang hampir sama. Disini muncul konsep kohesi dimana kelompok modul itu harus dianalisis bersama – sama dengan kelompok modul yang saling berkohesi.

E.   Analis Sistem
Analisis sistem merupakan pekerjaan yang bertugas menganalisis suatu sistem yang berlaku dalam suatu organisasi.
Tugas utama dari seorang analis sistem adalah menentukan bentuk sistem yang akan dibangun nantinya. Keputusan ini tidak mudah. Kesalahan menentukan format sistem yang akan dibangun akan berakibat pada gagalnya proyek yang dikerjakan. Oleh sebab itu seorang analis sistem yang sukses harus memiliki dan dibekali dengan bebrapa keahlian spesifik, seperti :

1.    Keahlian Analisis
Keahlian analisis diperlukan untuk memahami organisasi yang memerlukan sistem informasi yang akan dibangun. Keahlian analisis digunakan untuk memetakan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan klien yang bisa diselesaikan dengan sistem informasi dan yang tidak. Kemampuan analisis juga diperlukan untuk memecahkan masalah yang telah ditemukan.

2.    Keahlian Teknis
Salah satu tugas analis sistem adalah membuat laporan mengenai hasil analisanya, untuk itulah kemampuan mengoperasikan komputer sangat diperlukan. Seorang analis sistem dituntut untuk mengenal dan menguasai perangkat lunak maupun perangkat keras terbaru, serta mengetahui keunggulan maupun batasan dari teknologi – teknologi tersebut. Hal ini akan sangat membantu analis dalam memilih teknologi yang tepat untuk keperluan klien yang sangat spesifik. Keahlian teknis dapat diperoleh dari pendidikan formal, pelatihan khusus, maupun jam terbang yang lama dalam mengembangkan sistem informasi.

3.    Keahlian Manajerial
Salah satu tugas analis sistem adalah menjadi tangan kanan manajer sistem informasi dalam mengatur sumber daya proyek yang berskala kecil. Analis sistem bertanggung jawab mengatur sumber daya yang di bawah kendalinya, seperti programer dan teknisi. Pengalokasian tugas yang tepat sangat berpengaruh pada cepat lambatnya penyelesaian proyek. Analis sistem juga harus memprediksi resiko dan perubahan faktor – faktor eksternal seperti kenaikan harga perangkat keras, perubahan kebutuhan klien, munculnya produk pesaing dan lain – lain.

4.    Interpersonal Skill
Keahlian dalam berkomunikasi dengan orang lain.Karena,keahlian ini diperlukan untuk menjaring informasi.

Adapun hal – hal tanggung jawab dari seorang analis sistem meliputi :
a.    Pengambilan data yang efektif dari sumber bisnis
b.    Aliran data menuju ke komputer
c.    Pemrosesan dan penyimpanan data dengan komputer

d.    Aliran dari informasi yang berguna kembali ke proses bisnis dan penggunanya.

F. Tanggung Jawab Manajer

1. Mengembangkan sistem
2. Melindungi sistem
3. Mengarahkan sistem


G. Model Sibernetika
1.     Sibernetika adalah bidang studi yang tujuannya untuk memahami dan menentukan fungsi dan proses dari sistem yang memiliki tujuan dan yang berpartisipasi dalam lingkaran rantai sebab akibat yang bergerak dari aksi/tindakan menuju ke penginderaan lalu membandingkan dengan tujuan yang diinginkan, dan kembali lagi kepada tindakan.


2.     Sibernetika menganilasi desain dan fungsi dari sistem apapun dengan tujuan untuk membuatnya menjadi lebih efisien dan efektif.
Pendekatan Sistem Pada Masa yang Akan Datang

A. Meramalkan Masa yang Akan Datang.
Dalam perencanaan, seorang perencana dapat menggambarkan apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Dengan menggunakan perencanaan sebagai kegiatan memperkirakan kondisi dan keadaan di masa yang akan datang, sehingga manajer akan dengan mudah dalam mengambil keputusan tentang kegiatan yang cocok untuk dilaksanakan. Kegiatan memperkirakan atau memprediksi kondisi dan keadaan di masa yang akan datang tersebut menggunakan pendekatan “forecasting”.
Dalam pendekatan forecasting menggunakan metode:
1.         Opinion and Judgement methods / Qualitative methods
2.         Statistical / Quantitative forecasting methods
·         Time Series
·         Associative models

Menurut Spyros G. Makridakis, ada faktor yang memengaruhi ketepatan forecasting :
1.    the time horizon of forecasting (waktu peramalan di masa depan)
2.    technological change. (perubahan teknologi)
3.    Barries to entry.(Rintangan yang diterima)
4.    Dissemination of information.(Penyebaran dalam informasi)
5.    Elasticity of demand.(Elastisitas permintaan)
6.    Consumer versus industrial products.(konsumen lawan produk industry)
Sulit untuk membuat ramalan-ramalan yang tepat terhadap aplikasi pada masa yang akan datang menggunakan pendekatan sistem. Pengaruhnya bersifat mendasar dan hampir universal. Analisis terhadap pengalaman masa lalu dan evaluasi terhadap kecenderungan yang ada menunjukkan beberapa aplikasi, motivasi dan masalah yang paling penting di masa yang akan datang.

B. Peninjauan Ulang Terhadap Pendekatan Sistem
Pendekatan sistem memerlukan dan membutuhkan pengetahuan dasar yang berasal dari teori-teori sistem secara umum, serta memiliki relevansi dalam berbagai berbagai kegiatan ilmiah dan kegiatan praktis. Pendekatan sistem meliputi pengaplikasian konsep yang relevan berdasarkan teori sistem secara umum untuk mempermudah pemahaman terhadap teori-teori organisasi dan praktek manajemen.
Analisis sistem merupakan suatu metode atau teknik yang digunakan dalam pemecahan masalah atau pengambilan keputusan. Analisis sistem meliputi :
1. Kesadaran akan adanya suatu masalah.
2. Identifikasi berbagai alternatif.
3. Analisis dan sistematis dari berbagai faktor.
4. Penentuan suatu cara pemecahan masalah secara optimal.
5. Program kegiatan.
Analisis sistem akan membantu menemukan aspek-aspek dan aplikasi dalam pemecahan masalah teknologi, ekonomi dan social yang dihadapi oleh manusia.


C. Aplikasi Sistem pada Organisasi
Aplikasi pendekatan sistem terhadap organisasi yaitu mengenai konsep dan teknik analisis sistem.Pengaplikasian sistem ini berperan dalam pengambilan keputusan,penggunaan konsep organisasi serta arus komunikasi.

Penerapan pendekaatan sistem ini digunakan dalam bidang teknologi informasi dan program luar angkasa.Pendekatan sistem juga membantu manajer untuk menghadapi masalah dan perubahan yang terjadi di dalam organisasi.Dalam hal ini,pendekatan sistem sangat dibutuhkan oleh organisasi untuk membuat organisasi itu berkembang dan mencapai tujuannya.



D. Pendekatan Sistem dalam Hubungannya dengan Organisasi
pendekatan sistem menekankan pada aplikasi organisasi secara perseorangan, memahami hubungan-hubungan antar organisasi, dan sistem distribusi serta perencanaan anggaran organisasi. Dalam suatu organisasi formal tertanam suatu lingkungan, norma dan nilai yang baik, dan terdapat kumpulan masyarakat luas yang bersifat kompleks. Kesaling ketergantungan antara organisasi dalam kehidupan moderen dicerminkan oleh bertambahnya penekanan terhadap sistem dan semua komponen organisasi yang tidak dapat dilepaskan dari sistem manajemen.
Pendekatan sistem merupakan suatu cara yang penting dan akan membantu koordinasi antara komponen dalam organisasi, setiap organisasi akan menugaskan anggotanya untuk ikut serta secara bersama-sama untuk melakukan kegiatan dalam mencapai tujuan organisasi.

E. Pendekatan Sistem dan Hubungannya dengan Lingkungan
           Organisasi merupakan sub sistem dari lingkungan sosiokultural yang lebih luas, dengan pendekatan sistem memberikan suatu model untuk memikirkan hubungan-hubungan dalam organisasi. Semua organisasi memperoleh input, dan mentransformasikannya dengan cara mengembalikannya dalam bentuk output pada lingkungan. Dengan pendekatan sistem yang terbuka memberikan suatu model yang lebih cocok untuk melihat hubungan lingkungan dengan organisasi, akan tetapi penerapan pendekatan ini lebih banyak dihadapkan dalam masalah social, teknologi dan lingkungan.
Menurut Degreene yang dikutip dalam Mukhneri ada beberapa tahap yang dapat diikuti dalam pendekatan sistem melihat hubungannya dengn lingkungan social, diantaranya adalah :
-  Mengenali masalah-masalah yang ada dalam pendekatan sistem.
-  Menentukan sub sistem, hubungan timbal balik dan men dapatkan informasi
   mengenai input, output, misi, hambatan dan lain-lain.
-       Menentukan program-program khusus, misalnya pengumpulan informasi, pembutn model dan yang diarahkan pada pemahaman yang lebih baik.

“They obtain resource input from the environment as product outputs. If everything work right, suppliers value the organization and continue to provide needed resources, employes infuse work activities with their intellects, and customers and clients value the organization’s outputs enough to create a continuning demand for them.”
“Mereka memperoleh input sumber daya dari output produk. Jika, semuanya bekerja dengan baik, pemasok menghargai organisasi tersebut dan terus memberikan sumber daya yang dibutuhkan, para petugas melakukan aktivitas kerja dengan kecerdasan mereka miliki, dan pelanggan atau klien menghargai output organisasi yang cukup untuk memenuhi permintaan secara berkelanjutan bagi mereka.

F. Peranan Manajer
Setiap perusahaan memiliki manajemen yang  memegang berbagai peranan penting yang menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk diwujudkan bersama. Ada banyak peran yang harus dimainkan / diperankan para manajer secara seimbang sehingga diperlukan orang-orang yang tepat untuk menjalankan peran-peran tersebut. Untuk itu, peranan manajer sangat diharapkan dapat memacu laju perkembangan suatu perusahaan.
Peranan yang dimainkan oleh manajer terbagi menjadi tiga, yaitu:
1.    Peran antarpribadi
Merupakan peran yang melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung.
2.    Peran informasional
Meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara.
3.    Peran pengambilan keputusan
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.

Manajer juga harus mempunyai beberapa keterampilan, diantaranya:
1.    Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi.
2.    Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Manajer harus mahir berkomunikasi atau memiliki keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan.
3.    Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya membuat program komputer, memperbaiki mesin, akuntansi , dan lain-lain.
Dengan dibekali keterampilan diatas, seorang manajer akan lebih peka terhadap permasalahan yang terjadi pada perusahaan, selain itu dia juga akan dapat segera membuat pemecahan dari masalah tersebut. Dalam mempersiapkan pemecahan masalah, manajer memandang perusahaan sebagai suatu sistem dengan memahami lingkungan perusahaan dan mengidentifikasikan subsistem-subsistem dalam perusahaan.

Disamping itu dapat pula di katakana (sehubungan dengan fungsi-fungsi manajemen yang telah kita kenal) bahwa seorang manajer: 
1.    Menyusun rencana-rencana
Manajer menentukan arah tindakan-tindakan guna mencapai hasil dan sarana-sarana yang digariskan. Hal itu mencangkup tindakan “peramalan” penetapaan sasaran-sasaran dan mengembangkan prosedur-prosedur.
2.    Melaksanakan pengorganisasian
Manajer menciptakan hubungan-hubungan otoritas dan tangung jawab yang di perlukan. hal tersebut meliputi penggarisan syarat-syarat , memilih staf, memberikan delegasi dan melaksanakan komunikasi.
3.    Memimpin
Seorang manajer mengkombinasi upaya-upaya guna memastikan pencapaian sasaran-sasaran. hal tersebut antara lain mencangkup :
-       pengambilan keputusan, melaksanakan briefing kepada stafnya, mendengar dan  menyelesaikan aneka macam konflik yang muncul.
-       Manejer harus memotivasi : manajer membentuk dan mempertahankan enthusiasm dan moral tinggi.
     Hal itu antara lain mencangkup aktifitas : pengobservasian, evaluasi,   keterlibatan, tindakan-tindakan dan komitmen-komitmen.
4.     Melaksanaan pengawasan
Manajer harus berupaya untuk memastikan bahwa rencana-rencana yang ada, dan sasaran-sasaran yang di gariskan, dicapai. Manajer harus mencari penyebab kegagalan-kegagalan,guna memperbaikinya pada masa mendatang.
Hal tersebut mencangkup : analisis hasil-hasil yang dicapai dibandingkan dengan rencana-rencana yang ada, tindakan-tindakan, dan follow-up.




Pendekatan Sistem : Jaringan Kerja dan PERT


 A.Pengertian Pendekatan Sistem dan Jaringan Kerja

-       Pendekatan sistem adalah pendekatan yang berlandaskan pada cara berfikir sistematik atau logis untuk memecahkan suatu masalah dalam organisasi.

-       Jaringan kerja merupakan suatu perencanaan kerja yang menggunakan cara berpikir sistem atau pendekatan sistem yang melihat pekerjaan sebagai salah satu sub sistem dari suatu sistem secara keseluruhan. Perencanaan jaringan kerja ini berguna bagi para pemimpin untuk mengarahkan dan menetapkan tanggung jawab permasing-masing bidang fungsional.

Jadi pendekatan sistem dan jaringan kerja adalah mebuat konsep perencanaan kerja menggunakan pemikiran yang logis dan sistematik

B. Penggunaan, Keuntungan dan Tahapan-Tahapan Jaringan Kerja

a. Penggunaan jaringan kerja digunakan untuk kegiatan proyek yang memerlukan jaringan kerja dan analisis jaringan yang terperinci, seperti :

1.      Proyek-proyek kompleks dengan multi kegiatan yang saling bergantung.
2.      Proyek besar yang banyak melibatkan orang, serta menggunakan sarana dan prasarana, waktu dan dana dalam jumlah yang sangat besar pula.
3.      Proyek yang memerlukan koordinasi antar departemen atau antar pejabat.
4.      Proyek yang memerlukan informasi padat atau kontiniu.
5.      Proyek-proyek yang harus diselesaikan dalam waktu yang tepat dan biaya yang terbatas


b. Keuntungan sistem jaringan kerja :
1.    inventarisasi kegiatan-kegiatan dalam suatu proyek.
2.    perhatikan saling ketergantungan atau logika ketergantungan antara kegiatan yang satu dengan yang lainnya.
3.    penunjukan unsur waktu dapat ditentukan baik berdasarkan pengalaman teori serta perhitungan tertentu, baik menyangkutkan kapan kegiatan dimulai maupun kegiatan  tersebut berakhir, serta lamanya kegiatan tersebut berlangsung.

c. Tahapan penyusunan perencanaan jaringan kerja :
 1. inventarisasi kegiatan-kegiatan dalam suatu proyek.
 2. perhatikan saling ketergantungan atau logika ketergantungan antara kegiatan yang satu dengan yang lainnya.
3. penunjukan unsur waktu dapat ditentukan baik berdasarkan pengalaman teori serta perhitungan tertentu, baik menyangkutkan kapan kegiatan dimulai maupun kegiatan  tersebut berakhir, serta lamanya kegiatan tersebut berlangsung..


c. Definisi PERT
         Program Evaluation and Review Technique (PERT) adalah suatu model jaringan yang mampu memetakan waktu penyelesaian kegiatan yang acak. PERT dikembangkan agar tercipta ruang/potensi untuk pengurangan waktu dan biaya yang diperlukan untuk penyelesaian proyek tersebut

d. Metode PERT
         Metode PERT adalah salah satu metode pengelolaan yang merupakan alat bagi seorang pimpinan untuk menghasilkan suatu perencanaan yang baik dan lengkap serta berfungsi, dalam melakukan pengawasan.
2 elemen dasar PERT yaitu kejadian dan peristiwa. dimana kejadian merupakan bagian daRi proyek yang menggunakan waktu, tenaga, dana dan sumber lainnya, sedangkan peristiwa merupakan saat permulaan atau akhir dari tugas.

e. Kegunaan PERT
     Sebagai suatu model jaringan kerja atau alat pengelola. PERT dimungkinkan penggunaannya dalam berbagaai bidang kegiatan seperti bidang industri, pendidikan, administrasi, perdagangan dan sebagainya.Kegunaan PERT secara rinci adalah sebagai berikut :
1. Dengan adanya hubungan ketergantungan yang logis dari masing-masing kegiatan jaringan kerja, maka para manjer administrator haruslah mengadakan perencanaan terinci sebelum suatu proyek dilaksanakan.
2. Dengan adanya peristiwa  atau event yang menunjukkan selesainya suatu kegiatan yang diakibatkan oleh suatu atau lebih kegiatan.
3. Pada jaringan kerja dapat digambarkan dengan jelas kegiatan-kegiatan yang mempunyai waktu pelaksanaan kritis dan kegiatan-kegiatan yang tidak kritis.
4. Gambaran suatu jaringan kerja memberikan bantuan yang sangat penting dalam komunikasi.
5. Jaringan kerja memberikan kesempatan untuk memilih pelaksanaan atau kegiattan lebih ekonomis dari segi pembiayaan, kepastian menggunakan sumber dan sebagainya.


 f. Lambang dan Istilah yang Digunakan dalam PERT







       g. Ketentuan dalam Penyusunan Jaringan Kerja
                    Agar tidak terjadinya kesalahan dalam menyusun jaringan kerja, perlu diperhatikan beberapa ketentuan atau aturan dalam penyusunannya. Aturan tersebut meliputi :
a. suatu peristiwa tidak dapat terjadi sebelum kegiatan itu selesai
 
Peristiwa 2 tidak dapat terjadi sebelum kegiatan A selesai.
Peristiwa 3 tidak dapat terjadi sebelum kegiatan B selesai,begitu seterusnya.

b. Sebelum suatu kegiatan dapat dimulai, semua kegiatan yang
mendahuluinya harus sudah selesai sebagaimana contoh diatas.

c. Suatu peristiwa tidak boleh terjadi dua kali 
                      



Seperti gambar ini terlihat kegiatan C menuju ke peristiwa 1, ini
berarti mengulangi peristiwa.

d. Setiap kegiatan tertuju pada  satu peristiwa.
               

             
e. Semua kegiatan dalam jaringan kerja harus selesai pada tujuan akhir.
f. Panah hanya menunjukkan bahwa suatu aktivitas mendahului aktivitas lain , dan panjang panah tidak mempunyai arti apa-apa.
h. Menggambarkan kegiatan majemuk dalam jaringan kerja perlu kita pecahkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Contoh dibawah ini merupakan kegiatan mamjemuk dimana kegiatan A, B,C merupakan kegiatan majemuk dan beruntun dan berhubungan secara logis.




i. Jaringan melingkar perlu dihindari.Hal ini sering terjadi pada suatu jaringan yang rumit dan kurang terkontrol.Hal ini dapat terlihat pada gambar berikut :




j. Kesalahan menggambarkan jaringan kerja juga sering menggantung. Jika terjadi suatu peristiwa tergantung atau bebas tanpa hubungan, itulah yang dinamakan jaringan tergantung.

h. Model-Model PERT